Pasal 44
BAB 4 — KESIAPSIAGAAN KRISIS PANGAN
(1) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan nasional disusun oleh
Kepala Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 43 ayat (3) huruf a berdasarkan:
- kriteria Krisis Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42; dan
- hasil kajian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat
(6).
(2) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan provinsi disusun oleh
gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (3) huruf b berdasarkan:
- kriteria Krisis Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42;
- hasil kajian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat
(6); dan
- program kesiapsiagaan Krisis Pangan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan kabupaten/kota
disusun oleh bupati/wali kota sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 43 ayat (3) huruf c berdasarkan:
kriteria Krisis Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42;
hasil …
- hasil kajian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat
(6);
- program kesiapsiagaan Krisis Pangan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1); dan
- program kesiapsiagaan Krisis Pangan provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(4) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) dimutakhirkan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan
program kesiapsiagaan Krisis Pangan diatur dengan Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah.
