Pasal 9
(1) PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c memiliki tugas: a. menyusun perencanaan Pengadaan Barang/Jasa; b. melaksanakan
konsolidasi
Pengadaan Barang/Jasa; c. menetapkan spesifikasi teknis/kerangka acuan kerja; d. menetapkan rancangan Kontrak; e. menetapkan harga perkiraan sendiri; f. menetapkan besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia; g. mengusulkan perubahan jadwal kegiatan; h. menetapkan tim pendukung; i. menetapkan tim atau tenaga ahli; j. melaksanakan E-purchasing untuk nilai paling sedikit di atas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah); k. menetapkan
surat
penunjukan
Penyedia Barang/Jasa; l. menginput e-Kontrak dan mengendalikan Kontrak; m. melaporkan pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan kepada PA/KPA; n. menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada PA/KPA dengan berita acara penyerahan; o. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan; dan p. menilai kinerja Penyedia. Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Halaman 8 dari 12 hlm... (2) Selain melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK melaksanakan tugas pelimpahan kewenangan dari PA/KPA, meliputi: a. melakukan
tindakan
yang
mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja; dan b. mengadakan dan menetapkan perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran belanja yang telah ditetapkan. (3) PPK dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibantu oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.
