Pasal 5
Dalam penggunaan UP KKPD, PA mempunyai tugas dan wewenang: a. menyampaikan kebutuhan UP KKPD dalam surat pemyataan UP; b. menyampaikan usulan daftar Pemegang KKPD dan Administrator KKPD kepada Kepala Daerah melalui PPKD selau BUD; c. menerbitkan surat pemyataan UP untuk diajukan pada saat penyampaian SPM UP Tonai ke Kuasa BUD; d. mengajukan surat permohonan perubahan besaran UP KKPD kepada Kepala Daerah melalui PPKD selaku BUD; e. melakukan pengujian terhadap: 1. kebenaran data pihak yang berhak menerima pembayaran atas beban APBD; 2. kebenaran materil dan perhitungan bukti-bukti pengeluaran; 3. kebenaran perhitungan Tagihan (e-billing)/daftar Tagihan sementara; 4. kesesuaian perhitungan antara bukti pengeluaran dengan Tagihan (e-billing)/Daftar Tagihan Sementara; 5. kesesuaian jenis belanja yang dapat dibayarkan dengan KKPD; dan 6. kesesuaian spesifikasi teknis dan volume barang/jasa dalam perjanjian/kontrak, dokumen serah terima barang/jasa, dan barang/jasa yang diserahkan oleh penyedia barang/ jasa. f. mengesahkan sebagian/seluruhnya bukti-bukti pengeluaran atas tagihan yang dibayarkan dengan KKPD; g. menolak bukti-bukti pengeluaran atas tagihan yang dibayarkan dengan KKPD dalam ha! terdapat bukti-bukti pengeluaran yang tidak memenuhi ketentuan;
WALIKOTA BENGKULU PROPINSI BENGKULU h. menerbitkan DPT KKPD atas bukti-bukti pengeluaran yang memenuhi ketentuan; 1. menyampaikan surat pemberitahuan penolakan kepada pelaksana Kuasa Pengguna KKPD atas bukti-bukti pengeluaran yang tidak memenuhi ketentuan; dan j. menerbitkan NPD KKPD; k. menerbitkan SPM-GU KKPD dan menyampaikan kepada Kuasa BUD untuk penerbitan SP2D-GU KKPD; dan 1. melakukan verifikasi atas indikasi penyalahgunaan KKPD. Bagian Keempat Kuasa Pengguna Anggaran
