Pasal 38
BAB 4 — STRATEGI OPERASIONALISASI PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG PULAU SULAWESI
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf b meliputi: a. mengembangkan dan memelihara bendungan beserta waduknya untuk mempertahankan daya tampung air sehingga berfungsi sebagai pemasok air baku bagi kawasan perkotaan dan kawasan andalan; b. memelihara … Comment [R3]: Lokasi cat bukan pelayanannya www.djpp.kemenkumham.go.id
b. memelihara dan meningkatkan jaringan irigasi teknis pada daerah irigasi (DI) untuk meningkatkan luasan lahan pertanian pangan; dan c. mengembangkan prasarana dan sarana air baku untuk kawasan perbatasan negara, kawasan tertinggal dan terisolasi, termasuk pulau- pulau kecil. (2) Pengembangan dan pemeliharaan bendungan beserta waduknya untuk mempertahankan daya tampung air sehingga berfungsi sebagai pemasok air baku bagi kawasan perkotaan dan kawasan andalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan di: a. Waduk Bili-bili yang melayani PKN Kawasan Perkotaan Mamminasata serta Kawasan Andalan Mamminasata dan sekitarnya; b. Waduk Larona (Batu Besi) dan Waduk Balambano yang melayani PKW Palopo serta Kawasan Andalan Palopo dan Sekitarnya; c. Waduk Ponre-ponre dan Waduk Salomekko yang melayani PKW Watampone dan Kawasan Andalan Bulukumba-Watampone; dan d. Waduk Bakaru dan Waduk Kalola yang melayani PKW Pare-pare serta Kawasan Andalan Pare-pare dan sekitarnya. (3) Pemeliharaan dan peningkatan jaringan irigasi teknis pada DI untuk meningkatkan luasan lahan pertanian pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan di: a. DI Padang Sappa, DI Bajo, DI Kalaera Kiri, DI Kalaera Kanan, DI Kalaena Kiri/Kanan, DI Kalaena, DI Kalaera Kanan II, DI Rongkong/Melangke, DI Baliase, dan DI Bungadidi yang melayani Kawasan Andalan Palopo dan Sekitarnya; b. DI Langkemme, DI Tinco Kiri/Kanan, DI Paddange, DI Lamo, DI Walanae, DI Wajo, DI Gelirang, DI Sungai Baranti, dan DI Sungai Sindenrang yang melayani Kawasan Andalan Pare-pare dan Sekitarnya; c. DI … www.djpp.kemenkumham.go.id
c. DI Bonto Manai, DI Bayang-bayang, DI Sanrego, DI Pattiro, DI Palakka, dan DI Ponre-ponre yang melayani Kawasan Andalan Bulukumba-Watampone; d. DI Gumbasa, DI Mentawa, DI Singkoyo, DI Sinorang Ombolu, DI Lambunu, dan DI Sausu Atas yang melayani Kawasan Andalan Palu dan Sekitarnya; e. DI Mambu Besar/Kecil yang melayani Kawasan Andalan Mamuju dan Sekitarnya; f. DI Kosinggolan, DI Toraut, dan DI Sangkub yang melayani Kawasan Andalan Gorontalo; g. DI Wawotobi yang melayani Kawasan Andalan Kapolimu-Patikala Muna; h. DI Bantimurung, DI Pammukulu, dan DI Bili-bili yang melayani Kawasan Andalan Mamminasata dan Sekitarnya; i. DI Bulucenrana dan DI Bulutimorang yang melayani Kawasan Andalan Pare-pare dan Sekitarnya; dan j. DI Wundulako yang melayani Kawasan Andalan Mowedong/Kolaka. (4) Pengembangan prasarana dan sarana air baku untuk kawasan perbatasan negara, kawasan tertinggal dan terisolasi, termasuk pulau-pulau kecil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan di Pulau Lingian, Pulau Mantewaru, Pulau Makalehi, Pulau Kawalusu, Pulau Kawio, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Marampit, Pulau Kakarutan, Pulau Intata, Pulau Salando, Pulau Dolangan, Pulau Banggai, Pulau Bunaken, dan Pulau Togean.
