Pasal 4
(1) Menteri menugaskan BUMN penyelenggara
sarana perkeretaapian untuk menyelenggarakan
Kewajiban Pelayanan Publik (public service
obligation) pada jaringan jalur yang sudah dioperasikan oleh BUMN penyelenggara sarana
perkeretaapian.
(2) Dalam melaksanakan penugasan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), BUMN penyelenggara
sarana perkeretaapian dapat bekerja sama
dengan Badan Usaha lain.
www.peraturan.go.id
2021, No.180 -6-
(3) Penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sebelum berakhirnya tahun anggaran.
(4) Dalam hal terdapat usulan pelayanan baru pada
jaringan jalur yang sudah dioperasikan oleh
BUMN penyelenggara sarana perkeretaapian
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), usulan
pelayanan baru tersebut terlebih dahulu ditawarkan kepada BUMN penyelenggara sarana
perkeretaapian.
(5) Dalam hal penawaran sebagaimana dimaksud
pada ayat (4) tidak diterima oleh BUMN
penyelenggara sarana perkeretaapian, pemilihan
penyelenggara sarana perkeretaapian dilaksanakan melalui tender sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan barang/jasa Pemerintah.
- Di antara Pasal 8 dan Pasal 9 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 8A sehingga berbunyi sebagai berikut:
