Pasal 86
BAB 6 — ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PERKOTAAN JABODETABEK-PUNJUR
(1) Indikasi program utama perwujudan pola ruang kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (3) huruf b pada Zona L diprioritaskan untuk pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi lindung pada kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, kawasan perlindungan setempat, kawasan konservasi, kawasan lindung geologi, dan kawasan lindung lainnya. (2) Indikasi program utama perwujudan pola ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (3) huruf b pada Zona B diprioritaskan untuk: a. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan permukiman teratur dengan DISTRIBUSI II kepadatan
kepadatan tinggi dan/atau permukiman dengan kepadatan yang dikendalikan, kepadatan sedang, kepadatan sedang hingga rendah, dan kepadatan rendah; b. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pemerintahan nasional, provinsi, kabupaten, kota dan/ atau kecamatan; c. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional; d. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan kantor perwakilan diplomatik dan kantor perwakilan pada organisasi internasional; e. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pendidikan tinggi; f. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan negara; g. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pelayanan olahraga skala internasional, nasional, regional, dan lokal; h. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pelayanan kesehatan skala internasional, nasional, dan regional; i. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pelayanan transportasi skala internasional, nasional, dan regional; j. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan industri dan agro industri; k. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan budi daya perikanan skala nasional dan regional; DISTRIBUSI II
pengembangan,
pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional; m. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pelayanan transportasi laut internasional dan nasional; n. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan kegiatan pariwisata; o. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan kegiatan pertemuan, pameran, dan sosial budaya; p. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan perkebunan; q. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pertanian; r. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan pertanian dengan irigasi teknis maupun irigasi non teknis; s. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan hutan produksi; t. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan kegiatan pariwisata alam di sekitar Zona L 1 ; u. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan permukiman dan fasilitasnya di kawasan pesisir; v. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan peruntukan kegiatan transportasi laut; dan w. pengembangan, rehabilitasi, revitalisasi, dan peningkatan fungsi kawasan pendukung fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. DISTRIBUSI II BAB VII ...
