Pasal 3
(1) Batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut
Sulawesi meliputi:
- sebelah utara, yaitu sebagai berikut:
- garis yang menghubungkan batas darat sisi
timur Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara-117 32’
Bujur Timur ke arah timur sepanjang pesisir
Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara-
117 35’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan pesisir
Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara-
117 35’ Bujur Timur ke arah timur menuju
Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 9’
Lintang Utara-117 41’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan pesisir barat
Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -7-
Kalimantan Utara pada koordinat 4 9’
Lintang Utara-117 41’ Bujur Timur ke arah
selatan sepanjang garis pantai menuju titik
Garis Batas Klaim Maksimum dengan Negara Malaysia pada koordinat 4 9’ Lintang Utara-
117 54’ Bujur Timur;
- Garis Batas Klaim Maksimum pada koordinat 4 9’ Lintang Utara–117 54’ Bujur
Timur, 4 11’ Lintang Utara–117 57’ Bujur Timur,
4 10’ Lintang Utara–117 59’ Bujur Timur,
4 10’ Lintang Utara–118 6’ Bujur Timur,
4 5’ Lintang Utara–118 15’ Bujur Timur,
4 0’ Lintang Utara–118 27’ Bujur Timur,
3 57’ Lintang Utara–118 46’ Bujur Timur,
4 10’ Lintang Utara–119 4’ Bujur Timur,
4 10’ Lintang Utara–119 8’ Bujur Timur,
dan 3 6’ Lintang Utara–119 55’ Bujur
Timur; dan
- garis batas zona ekonomi eksklusif antara
Negara Indonesia dengan Negara Filipina pada koordinat 3 6’ Lintang Utara–119 55’
Bujur Timur, 3 26’ Lintang Utara–121 21’
Bujur Timur, 3 48’ Lintang Utara–122 56’
Bujur Timur, 4 57’ Lintang Utara–124 51’ Bujur Timur, dan 5 2’ Lintang Utara–125
28’ Bujur Timur;
- sebelah timur, yaitu sebagai berikut:
- batas zona ekonomi eksklusif antara Negara Indonesia dengan Negara Filipina pada koordinat 5 2’ Lintang Utara–125 28’ Bujur
Timur ke arah selatan menuju bagian utara
Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 45’ Lintang Utara–125 29’
Bujur Timur;
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -8-
- garis yang menghubungkan Pulau Marore,
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 45’ Lintang
Utara–125 29’ Bujur Timur ke arah selatan
menuju pantai barat Pulau Marore,
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 43’ Lintang
Utara–125 29’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Pulau Marore,
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 43’ Lintang
Utara–125 29’ Bujur Timur ke arah selatan
menuju Tanjung Tendabalu, Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 44’ Lintang
Utara–125 27’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Tendabalu, Pulau Sangihe, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 44’ Lintang Utara–125 27’
Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Sangihe, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara
menuju bagian selatan Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang
Utara–125 36’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan bagian selatan
Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’
Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Batunderang, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’
Bujur Timur;
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -9-
- garis yang menghubungkan bagian utara
Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’
Bujur Timur ke arah selatan sepanjang
pantai barat Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara
ke Tanjung Punguwatu, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 20’ Lintang Utara–125 36’
Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Punguwatu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3
20’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur ke
arah barat daya menuju bagian utara Pulau
Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3°
10’ Lintang Utara–125° 32’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 3° 10’ Lintang Utara–125° 32’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang
pantai barat Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara
menuju bagian selatan Pulau Kahakitang,
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi
Sulawesi Utara pada koordinat 3° 9’ Lintang
Utara–125° 31’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan
Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 3° 9’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur
Timur ke arah selatan menuju bagian utara
Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -10-
Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’
Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah
selatan sepanjang pantai barat Pulau Para,
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi
Sulawesi Utara menuju bagian selatan Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’
Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan bagian selatan
Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah
selatan ke Tanjung Nameng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 2° 48’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung
Nameng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utara pada koordinat 2° 48’ Lintang Utara–
125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Siau,
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju
Tanjung Tinokolang, Pulau Siau, Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Tinokolang, Pulau Siau, Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -11-
menuju Tanjung Tokanbamba, Pulau
Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara
pada koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’
Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung
Tokanbamba, Pulau Tagulandang,
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’
Bujur Timur ke arah selatan sepanjang
pantai barat Pulau Tagulandang, Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara menuju Tanjung Toka, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara–
125° 25’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Toka, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan
Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara– 125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan
menuju Tanjung Meoh, Pulau Biaro,
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 24’ Bujur
Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Meoh,
Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 24’
Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai barat Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan
Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi
Utara menuju Tanjung Buang, Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -12-
Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada
koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Buang,
Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara
pada koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’
Bujur Timur ke arah selatan menuju Tanjung Puisan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1
41’ Lintang Utara– 125 9’ Bujur Timur;
- sebelah selatan, yaitu sebagai berikut:
- garis yang menghubungkan Tanjung Puisan,
Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1 41’ Lintang
Utara– 125 9’ Bujur Timur ke arah barat
sepanjang pantai utara Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara menuju
Tanjung Besar, Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1 19’
Lintang Utara–120 48’ Bujur Timur;
- garis yang menghubungkan Tanjung Besar,
Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1 19’ Lintang Utara–
120 48’ Bujur Timur ke arah barat menuju
Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat 1 2’ Lintang Utara–118 59’ Bujur
Timur;
- sebelah barat, yaitu garis yang menghubungkan
Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat 1 2’
Lintang Utara–118 59’ Bujur Timur ke arah
utara sepanjang pantai timur Pulau Kalimantan
menuju pesisir Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang
www.peraturan.go.id
2022, No. 7 -13-
Utara–117 35’ Bujur Timur.
(2) Peta batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut
Sulawesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.
(3) Wilayah perencanaan rencana zonasi Kawasan
Antarwilayah Laut Sulawesi berada di dalam batas
rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sulawesi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
