Pasal 22
BAB 4 — RENCANA STRUKTUR RUANG LAUT
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2l ayat (21 huruf a berupa Pelabuhan Laut. (21 Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
- Pelabuhan Selayar/Benteng/Rauf Rahman di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Jampea di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
c.Pelabuhan...
SK No l7l22l A
PRESIDEN
- Pelabuhan P. Bonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Appatana di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Bangkala di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Batang Mata di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Bembe/Tanamalala di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Biropa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Bone Lohe di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Kalao di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Kalaotoa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Komba-Komba di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Padang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Tambolongan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan P. Madu di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Bulukumba/Lappe'e di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Jeneponto/Bunging di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Tarowang di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Bantaeng/Bonthain di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan;
t.Pelabuhan...
SK No 171220 A
PRESIDEN
- Pelabuhan P. Sapuka di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan;
- Pelabuhan Kilo di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
- Pelabuhan Kempo di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
- Pelabuhan Calabai di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
- Pelabuhan Satonda di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Bara!
- Pelabuhan Bima di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
- Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; aa. Pelabuhan Akik Bari di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; bb. Pelabuhan Jambu di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; cc. Pelabuhan Rrlau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; dd. Pelabuhan Teluk Santong di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; ee. Pelabuhan Maumere/Lorens Say di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ff. Pelabuhan Palue di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; gg. Pelabuhan R.rlau Besar di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; hh. Pelabuhan Pemana di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ii. Pelabuhan Sukun di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Nagakeo, ii. Pelabuhan Marapokot di Provinsi Nusa Tenggara Timur;
kk.Pelabuhan...
SK No l7l2l9 A
PRESIDEN FEPUtsLIK INDONESIA
kk. Pelabuhan Kewapante di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ll. Pelabuhan Waidoko di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; mm. Pelabuhan Waiklibang di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; nn. Pelabuhan Robek di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur; oo. Pelabuhan Nanga Baras di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; pp. Pelabuhan Pota di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; qq. Pelabuhan Ropa di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur; rr. Terminal Multipurpose Labuhan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ss. Pelabuhan Maurole di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur; dan tt. Pelabuhan Riung di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
(3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan
pemndang-undangan yang menjadi acuan dalam tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan Pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
