Pasal 45
(1) Sistem jaringan drainase sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (21 huruf b yaitu saluran drainase primer ditetapkan dalam rangka mengurangi genangan air dan mendukung pengendalian banjir, terutama di Kawasan Permukiman, Kawasan Industri, kawasan perdagangan, kawasan perkantoran, dan kawasan Pariwisata. (2) Saluran drainase primer sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan melalui saluran pembuatan utama, meliputi: a. Sungai Musi di Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang; b. Sungai Lilin di Kabupaten Ban5ruasin; c. Sungai Ogan di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir; d. Sungai Komering di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir; e. Sungai Calik di Kabupaten Banyuasin; f. Sungai Muara Telang di Kabupaten Banyuasin; g. Sungai Pampangan di Kabupaten Ogan Komering Ilir; h. Sungai Burnai di Kabupaten Ogan Komering Ilir; i. Sungai Sakatiga di Kabupaten Ogan Ilir; j. Sungai Keramasan di Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang; k. Sungai Kelekar di Kabupaten Ogan Ilir;
- Sungai Juwareh di Kabupaten Ogan Ilir; m. Sungai Bulan Padi di Kabupaten Banyuasin; n. Sungai Saleh di Kabupaten Banyuasin; o. Sungai Upang di Kabupaten Banyuasin; p. Sungai Selatjemana di Kabupaten Banyuasin; q. Sungai Sebubus di Kabupaten Banyuasin; r. Sungai. . . SK No l9l340A PRESIDEN REPUBLII( INDONESIA r. Sungai Bengkuluangan di Kabupaten Banyuasin; s. Sungai Lago di Kabupaten Ban5ruasin; t. Sungai Patat di Kabupaten Ban5ruasin; u. Sungai Enggang di Kabupaten Banyuasin; v. Sungai Limbung Kecil di Kabupaten Ogan Komering Ilir; w. Sungai Segonang Kiri di Kabupaten Ogan Ilir; x. Sungai Segonang Kanan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir; dan y. Sungai Sugihan di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. (3) Saluran drainase primer sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan secara terpadu dengan sistem pengendalian banjir.
