Pasal 6
Pemasukan
benih
sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
dilakukan untuk:
a.
pendaftaran varietas hortikultura untuk peredaran;
b.
pengadaan benih bermutu;
c.
pengadaan tetua untuk perbanyakan benih dari varietas yang
sudah terdaftar;
d.
pengembangan benih untuk menghasilkan produk benih yang
akan dipasarkan di luar negeri atau produk segar yang akan
dipasarkan ke luar negeri dan/atau dalam negeri;
e.
pelaksanaan uji
banding
antar
laboratorium
atau
uji
profisiensi dalam rangka akreditasi laboratorium penguji
mutu benih;
f.
pelaksanaan uji Baru, Unik, Seragam, dan Stabil (BUSS)
untuk keperluan perlindungan varietas tanaman;
g.
kebutuhan bagi pemerhati tanaman;
h.
bahan pameran/promosi;
i.
kegiatan lomba; dan
j.
pelaksanaan uji mutu untuk kepentingan penerbitan orange
certificate dan blue certificate sesuai dengan peraturan
International Seed Testing Association (ISTA).
b.
Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
