Pasal 37
BAB 4 — PEREDARAN BENIH BINA
(1) Peredaran Benih Bina dilakukan oleh Pengedar Benih Bina. (2) Pengedar Benih Bina sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki tanda daftar dari bupati/walikota. (3) Untuk memperoleh tanda daftar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) calon pengedar mengajukan permohonan tertulis kepada bupati/walikota dengan dilengkapi persyaratan: a. identitas dan alamat domisili yang jelas dan benar; b. jenis dan jumlah benih yang akan diedarkan; c. fasilitas dan kapasitas penyimpanan yang dimiliki; dan d. Rekomendasi sebagai pengedar benih yang diterbitkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menyelenggarakan tugas dan fungsi Pengawasan dan Sertifikasi Benih. (4) Apabila persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah dipenuhi, kepada calon Pengedar Benih Bina diberikan tanda daftar pengedar Benih Bina.
