Pasal 37
BAB 3 — PENGKAJI TEKNIS
(1) Pengkaji Teknis perorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 harus memiliki: a. kemampuan dasar; dan b. pengetahuan dasar. (2) Kemampuan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi kemampuan untuk: a. melakukan pengecekan kesesuaian gambar terbangun (as-built drawings) terhadap dokumen IMB;
b. melakukan pengecekan kesesuaian fisik bangunan gedung terhadap gambar terbangun (as-built drawings); c. melakukan pemeriksaan komponen terbangun arsitektural Bangunan Gedung; d. melakukan pemeriksaan komponen terbangun struktural Bangunan Gedung; e. melakukan pemeriksaan komponen terpasang utilitas Bangunan Gedung; dan f. melakukan pemeriksaan komponen terbangun tata ruang luar Bangunan Gedung. (3) Pemeriksaan komponen terbangun arsitektural Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c meliputi: a. dinding dalam; b. langit-langit; c. lantai; d. penutup atap; e. dinding luar; f. pintu dan jendela; g. lisplang; dan h. talang. (4) Pemeriksaan komponen terbangun struktural Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d meliputi: a. fondasi; b. dinding geser; c. kolom dan balok; d. plat lantai; dan e. atap. (5) Pemeriksaan komponen terpasang utilitas Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e meliputi: a. sistem mekanikal; b. sistem atau jaringan elektrikal; dan c. sistem atau jaringan perpipaan.
(6) Pemeriksaan komponen terbangun tata ruang luar Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f meliputi: a. jalan setapak; b. jalan lingkungan; c. tangga luar; d. gili-gili; e. parkir; f. dinding penahan tanah; g. pagar; h. penerangan luar; i. pertamanan; dan j. saluran. (7) Pengetahuan dasar sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b, paling sedikit meliputi pengetahuan mengenai: a. desain prototip Bangunan Gedung sederhana 1 (satu) lantai; b. persyaratan pokok tahan gempa Bangunan Gedung sederhana 1 (satu) lantai; c. inspeksi sederhana saat pelaksanaan konstruksi Bangunan Gedung; d. pengisian daftar simak pemeriksaan kelaikan fungsi; e. pemeriksaan kelaikan fungsi Bangunan Gedung secara visual; dan f. pemeriksaan kelaikan fungsi Bangunan Gedung menggunakan peralatan nondestruktif.
