Pasal 7
BAB 3 — PJPK
(1) PJPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, memiliki tugas dan tanggungjawab: a. menganggarkan biaya pelaksanaan perencanaan, penyiapan, dan transaksi; b. membentuk dan MENETAPKAN Tim KPBU SDA serta Panitia Pengadaan; c. mengusulkan pemanfaatan BMN SDA atau infrastruktur SDA yang sedang dalam proses pembangunan kepada Kementerian Keuangan apabila ada BMN SDA atau infrastruktur SDA yang
sedang dalam proses pembangunan yang digunakan sebagai obyek kerjasama; d. menyediakan ruangan data dan informasi (data room); e. memberikan persetujuan pada dokumen pengadaan atau perubahannya yang diajukan oleh Panitia Pengadaan; f. melaksanakan penjajakan minat pasar dalam melaksanakan transaksi; g. MENETAPKAN harga perkiraan sendiri pada proses pemilihan badan penyiapan; h. MENETAPKAN pemenang pelelangan atau seleksi; i. menerbitkan surat pemenang pelelangan atau seleksi; j. menerbitkan surat penunjukan badan usaha pelaksana dan badan penyiapan; k. MENETAPKAN hasil penunjukan langsung; l. menjawab sanggahan; dan m. menyatakan proses prakualifikasi atau pemilihan gagal. (2) PJPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh Tim KPBU SDA dalam melaksanakan kegiatan KPBU SDA. (3) Tim KPBU SDA sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bertugas: a. melakukan kajian awal prastudi kelayakan dan kajian akhir prastudi kelayakan; b. membuat laporan kepada PJPK secara berkala; c. melakukan koordinasi dengan Panitia Pengadaan selama proses pengadaan; dan d. membantu PJPK dalam memonitor pelaksanaan KPBU SDA. (4) Tim KPBU SDA sebagaimana dimaksud pada ayat (3), beranggotakan paling sedikit wakil dari unsur kementerian yang membidangi sumber daya air, kementerian yang membidangi energi dan sumber daya mineral, kementerian yang membidangi perencanaan
pembangunan nasional, serta unsur badan usaha milik negara yang diberi penugasan dibidang kelistrikan.
