Pasal 5
(1) Kategori rantai pasok halal terbaik (best halal supply chain) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf c diberikan kepada Perusahaan Industri yang secara konsisten mampu memastikan kualitas bahan baku, bahan tambahan, dan/atau bahan penolong yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang halal, baik (thoyyib), dan mudah ditelusur. (2) Aspek penilaian untuk kategori rantai pasok halal terbaik (best halal supply chain) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. aspek sumber daya manusia; b. aspek bahan baku, bahan tambahan, dan/atau bahan penolong; c. aspek proses produksi; d. aspek penyimpanan dan transportasi; e. aspek integritas halal; f. aspek pemenuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan; dan g. aspek implementasi keuangan syariah. (3) Kriteria aspek penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal.
