Pasal 3
BAB 2 — KEDUDUKAN, TUGAS, WEWENANG, HAK, DAN KEWAJIBAN
(1) PPNS Bidang Perindustrian terdiri atas: a. PPNS Bidang Perindustrian pusat; b. PPNS Bidang Perindustrian provinsi; dan c. PPNS Bidang Perindustrian kabupaten/kota. (2) PPNS Bidang Perindustrian pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berkedudukan di bawah Menteri dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) PPNS Bidang Perindustrian provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berkedudukan di bawah gubernur dan bertanggung jawab kepada gubernur. (4) PPNS Bidang Perindustrian kabupaten/kota sebagimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berkedudukan di bawah bupati/walikota dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota. (5) Dalam pelaksanaan tugas PPNS Bidang Perindustrian, Menteri menunjuk: a. koordinator PPNS Bidang Perindustrian; dan b. PPNS selaku Atasan PPNS Bidang Perindustrian; (6) Koordinator PPNS Bidang Perindustrian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kementerian Perindustrian yang memiliki tugas dan fungsi di bidang pengawasan Standardisasi Industri. (7) Penunjukan Atasan PPNS Bidang Perindustrian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b didelegasikan kepada koordinator PPNS Bidang Perindustrian.
(8) PPNS Bidang Perindustrian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki wilayah kerja sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (9) PPNS Bidang Perindustrian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh koordinator PPNS Bidang Perindustrian.
