Pasal 7
BAB 4 — TUGAS JABATAN, URAIAN KEGIATAN TUGAS JABATAN DAN HASIL KERJA
Hasil kerja tugas Jabatan Fungsional Analis Perkarantinaan Tumbuhan sesuai jenjang jabatan, sebagai berikut: a. Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Pertama, meliputi:
laporan hasil deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara morfologis untuk serangga dan cendawan;
laporan penyeliaan pelaksanaan deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara morfologis untuk serangga dan cendawan;
laporan hasil analisis data operasional bulanan tindakan karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati;
dokumen hasil analisis hasil tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil pengawasan lalulintas media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan/atau Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan/atau Invasive Aliens Species (IAS) dan/atau produk rekayasa genetika/agen hayati/kemasan;
dokumen hasil analisis persyaratan adiministrasi perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil desiminasi hasil uji terap tindakan karantina kepada lingkup Badan Karantina Pertanian dan pihak lain;
deskripsi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP), foto, grafik, brosur, leaflet, bahan tayang dan pest data sheet;
laporan pembahasan kebijakan dan permasalahan teknis perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil bimbingan teknis perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil perbanyakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) sebagai bahan pengujian;
laporan hasil analisis risiko OPT/ Invasive Aliens Species (IAS)/ agens hayati/Produk Rekayasa Genetik/ Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT);
laporan hasil pengawasan/monitoring terhadap pangan segar asal tumbuhan;
laporan hasil pengujian kemurnian agensia hayati arthropoda (predator/ parasitoid/ pemakan gulma/ penyerbuk), mikroorganisme dan/atau entomopatogen untuk tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil pembuatan peta daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
laporan hasil pemantauan daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
laporan hasil studi kelayakan lokasi, tempat dan fasilitas pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan; dan
laporan hasil verifikasi/audit/penilaian pihak ketiga pelaksana tindakan karantina tumbuhan; b. Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda, meliputi:
dokumen hasil deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP)
secara morfologis untuk gulma dan nematoda; 2. dokumen penyeliaan pelaksanaan deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara morfologis untuk gulma dan nematoda; 3. dokumen hasil deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara serologis; 4. laporan penyeliaan pelaksanaan deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara serologis; 5. dokumen hasil analisis hasil tindakan karantina tumbuhan; 6. laporan hasil pengawasan lalulintas media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan/atau Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan/atau Invasive Aliens Species (IAS) dan/atau produk rekayasa genetika/agens hayati/kemasan; 7. dokumen hasil analisis persyaratan adiministrasi perkarantinaan tumbuhan; 8. dokumen rekomendasi metode dan jumlah sampel Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK)/ Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)/ Invasive Aliens Species (IAS)/Produk Rekayasa Genetika/ agens hayati/benda lain/pembungkus/sampah; 9. laporan hasil analisis dan evaluasi bahan penetapan inline inspection/bahan pre shipment inspection/ bahan pest free production site/bahan pre clearence/bahan pest free area/bahan sistem pengawasan keamanan hayati nabati/bahan
registrasi laboratorium penguji keamanan pangan/ bahan ekivalensi tindakan perlakuan karantina tumbuhan; 10. laporan analisis data pelaksanaan tindakan pengasingan dan pengamatan Media Pembawa (MP); 11. laporan pengkajian persyaratan ekspor negara tujuan; 12. laporan verifikasi lapang untuk pemenuhan persyaratan karantina tumbuhan; 13. laporan hasil analisis/evaluasi bahan penetapan kawasan karantina; 14. laporan hasil desiminasi hasil uji terap tindakan karantina kepada lingkup Badan Karantina Pertanian dan pihak lain; 15. laporan pembahasan kebijakan dan permasalahan teknis perkarantinaan tumbuhan; 16. laporan hasil bimbingan teknis perkarantinaan tumbuhan; 17. bahan kebijakan perkarantinaan tumbuhan dan keamanan hayati nabati; 18. rencana kerja (proposal) untuk pengembangan metode tindakan karantina tumbuhan; 19. laporan hasil uji profesiensi/uji banding; 20. Manual/ juklak/ juknis/ pedoman/ SOP/ Instruksi Kerja/ Sistem Manajemen Mutu perkarantinaan tumbuhan; 21. laporan hasil perbanyakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) sebagai bahan pengujian; 22. laporan hasil validasi metode pengujian Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan/atau Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan/atau Invasive Aliens Species (IAS) dan/atau produk rekayasa genetika; 23. laporan hasil uji terap metode tindakan karantina;
laporan hasil uji coba metode karantina tumbuhan untuk pengujian kesehatan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK);
laporan hasil verifikasi kawasan karantina untuk pencegahan penyebaran dan/atau eradikasi OPT;
laporan hasil analisis risiko OPT/ Invasive Aliens Species (IAS)/agens hayati/ produk rekayasa genetik/ Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT);
koleksi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP)/ Invasive Aliens Species (IAS)/agens hayati secara komplek;
laporan hasil pengujian keamanan agens hayati arthropoda (predator/parasitoid/pemakan gulma /penyerbuk), mikroorganisme dan/atau entomopatogen untuk tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil perencanaan/pengkajian/verifikasi daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) hasil pemantauan;
laporan analisis data hasil pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
laporan hasil studi kelayakan lokasi, tempat dan fasilitas pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil tindakan karantina tumbuhan terhadap Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK) yang akan dimasukan kedalam wilayah negara RI di negara asal atau negara transit (pre shipment inspection);
laporan hasil analisis dan evaluasi hasil penilaian kesesuaian tindakan karantina tumbuhan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga;
laporan sebagai saksi ahli dibidang perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil uji kompetensi terhadap petugas karantina tumbuhan dan/atau pihak ketiga;
bahan keterangan penyelidikan terhadap adanya indikasi pelanggaran peraturan perundang- undangan karantina tumbuhan;
laporan hasil penyidikan terhadap pelanggaran peraturan perundangan karantina tumbuhan; dan
laporan hasil verifikasi/audit/penilaian pihak ketiga pelaksana tindakan karantina tumbuhan; c. Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Madya, meliputi:
dokumen hasil deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara morfologis untuk tungau dan pseudococcus;
dokumen penyeliaan pelaksanaan deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara morfologis untuk tungau dan pseudococcus;
laporan hasil deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara genetis;
laporan hasil penyeliaan pelaksanaan deteksi dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) secara genetis;
dokumen hasil analisis hasil tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil verifikasi kawasan karantina untuk pencegahan penyebaran dan/atau eradikasi OPT;
laporan hasil peninjauan lapang untuk pelaksanaan emergency action program/adanya laporan temuan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);
laporan hasil desiminasi hasil uji terap tindakan karantina kepada lingkup Badan Karantina Pertanian dan pihak lain;
laporan pembahasan kebijakan dan permasalahan teknis perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil bimbingan teknis perkarantinaan tumbuhan;
rencana kerja (proposal) untuk pengembangan metode tindakan karantina tumbuhan;
manual/juklak/juknis/pedoman/ Standard Operational Procedure (SOP)/ instruksi kerja/sistem manajemen mutu perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil perbanyakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP) sebagai bahan pengujian;
laporan hasil penyusunan konsep kajian teknis dibidang karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati;
laporan hasil pembuatan rancang bangun primer Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
laporan hasil uji terap metode tindakan karantina;
laporan hasil uji coba metode karantina tumbuhan untuk pengujian kesehatan Media PembawaOrganisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK);
laporan hasil analisis siquen/pemetaan gen/ genome dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Invasive Aliens Species (IAS);
laporan hasil pengembangan/kajian metode tindakan karantina tumbuhan/keamanan pangan;
laporan analisis perubahan status Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);
laporan hasil analisis risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/ Invasive Aliens Species (IAS)/agens hayati/ produk rekayasa genetik/ Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT);
laporan hasil pengujian keefektifan agens hayati arthropoda (predator/parasitoid/pemakan gulma/ penyerbuk) untuk tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil pengujian keefektifan agens hayati mikroorganisme dan/atau entomopatogen untuk tindakan karantina tumbuhan
laporan hasil perencanaan/pengkajian/verifikasi daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) hasil pemantauan;
laporan hasil pemantauan daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
laporan hasil analisis hasil studi kelayakan lokasi, tempat dan fasilitas pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan;
laporan hasil tindakan karantina tumbuhan terhadap Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK) yang akan dimasukan kedalam wilayah negara Republik INDONESIA di negara asal atau negara transit (pre shipment inspection);
laporan hasil verifikasi penetapan inline inspection/ pest free production site/pre clearence/pest free area di negara asal;
laporan hasil analisis dan evaluasi hasil kesesuaian tindakan karantina tumbuhan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga;
laporan sebagai saksi ahli dibidang perkarantinaan tumbuhan;
laporan hasil uji kompetensi terhadap petugas karantina tumbuhan dan/atau pihak ketiga;
bahan keterangan penyelidikan terhadap adanya indikasi pelanggaran peraturan perundangan karantina tumbuhan;
laporan hasil penyidikan terhadap pelanggaran peraturan perundangan karantina tumbuhan; dan
laporan hasil verifikasi/audit/penilaian pihak ketiga pelaksana tindakan karantina tumbuhan; d. Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Utama, meliputi:
Laporan pembahasan kebijakan dan permasalahan teknis perkarantinaan tumbuhan;
Laporan hasil bimbingan teknis perkarantinaan tumbuhan
Manual/ juklak/ juknis/ pedoman/ Standard Operational Procedure (SOP) / Instruksi Kerja/ Sistem Manajemen Mutu (SMM) perkarantinaan tumbuhan
Naskah tehnis pertimbangan/ saran/ rekomendasi perkarantinaan tumbuhan dan keamanan hayati nabati sebagai bahan kebijakan pimpinan;
Laporan hasil pengkajian standar Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati tingkat nasional/ regional dan/ atau Internasional;
Konsep naskah akademik dibidang Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati;
konsep/hasil revisi standar Karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati tingkat nasional/regional dan/atau Internasional;
rekomendasi hasil kajianpengembangan perkarantinaan tumbuhan antar area/perbatasan darat/ bilateral/regional/Internasional;
rekomendasi hasil kajianpengembangan sistem kelembagaan dan perundangan perkarantinaan tumbuhan;
rekomendasi hasil kajian untuk evaluasi efektifitas/ efisiensi pelatihan/manual pedoman perkarantinaan tumbuhan;
rekomendasi konsep sistem modeling perkarantinaan tumbuhan/biosecurity/cegah tangkal bioterorism yang lebih efektif dan efisien;
rekomendasi hasil analisis efektifitas/evaluasi dampak kebijakan/skenario kebijakan/peramalan dampak kebijakan perperkartinaan tumbuhan pra dan pasca implementasi;
Konsep rencana strategis Perkarantinaan Tumbuhan jangka Panjang;
Hasil kajian membuat projek edukasi jangka panjang dalam rangka public awarnes tentang perkarantinaan tumbuhan;
Kajian pengaruh sosio kultural/ dampak psikologis/ ekonomi makro terhadap penerapan peraturan dan kebijakan perkarantinaan tumbuhan;
Draft strategi perkarantinaan tumbuhan dalam rangka mitigasi risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP)/market akses/ cegah tangkal penyebaran/ biosecurity/ bioterrorism;
Hasil analisis dan kajian kebijakan perkarantinaan tumbuhan;
Standar tingkat perlindungan yang memadai/ appropriate level of protection (ALOP) perkarantinaan tumbuhan dan keamanan hayati nabati;
Laporan hasil analisis risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) / Invasive Aliens Species (IAS)/ agens hayati/Produk Rekayasa Genetik (PRG)/ PSAT;
Laporan hasil analisis Dampak ekonomi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)/ Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP);
Laporan hasil tindakan karantina tumbuhan terhadap Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK) yang akan dimasukan kedalam wilayah negara RI di negara asal atau negara transit (Pre-Shipment Inspection);
Laporan hasil analisis hasil verifikasi penetapan inline inspection/Pest Free production Site/Pre clearence/Pest Free Area;
Laporan hasil analisis dan evaluasi hasil kesesuaian tindakan karantina tumbuhan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga;
Laporan sebagai saksi ahli dibidang perkarantinaan tumbuhan;
Laporan hasil uji kompetensi dalam rangka pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan oleh petugas karantina tumbuhan dan/atau oleh pihak ketiga
