Pasal 16
BAB 3 — PENGELOLA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
(1) Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf b pada Kementerian meliputi: a. Bendahara Penerimaan pada Satker Pusat yang mengelola PNBP; dan b. Bendahara Penerimaan pada Perwakilan. (2) Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengelola uang pendapatan negara yang terdiri atas: a. penerimaan negara yang diterima melalui Rekening Penerimaan atau PNBP maupun disetorkan secara langsung ke Kas Negara; dan b. penerimaan negara yang diterima secara tunai dari petugas penerimaan. (3) Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memiliki sertifikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Kedudukan dan tanggung jawab Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (5) Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Bendahara Penerimaan pada Satker sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a tidak menerima secara langsung setoran dari Wajib Bayar, kecuali untuk jenis penerimaan tertentu yang diatur secara khusus. (7) Jabatan Bendahara Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan bendahara pengeluaran pada Perwakilan dapat saling merangkap apabila:
a. terdapat keterbatasan jumlah sumber daya manusia; dan b. memperoleh persetujuan kuasa bendahara umum negara. (8) Dalam hal Bendahara Penerimaan pada Perwakilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b tidak dapat melakukan penyetoran PNBP secara langsung ke Kas Negara, dapat dibantu oleh Bendahara Penerimaan di INDONESIA.
