Pasal 25
BAB 5 — BESARAN PEMBERIAN DAN PENGURANGAN/PEMOTONGAN TUNJANGAN KINERJA
Pegawai yang melaksanakan cuti, Tunjangan Kinerjanya dibayarkan dengan besaran sebagai berikut: a. pegawai yang mengambil cuti tahunan, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebesar 100% (seratus persen); b. izin tidak masuk kerja untuk kepentingan apapun dapat diberikan oleh pimpinan dan diperhitungkan sebagai
cuti tahunan dimana Tunjangan Kinerja dibayarkan sebesar 100% (seratus persen); c. izin yang telah melebihi cuti tahunan, dikenakan pengurangan/pemotongan tunjangan kinerja sebesar 5% (lima persen) untuk setiap 1 (satu) hari tidak masuk kerja; d. pegawai yang melaksanakan cuti sakit, tunjangan kinerja dibayarkan sebagai berikut:
cuti sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, dikenakan pengurangan /pemotongan tunjangan kinerja sebesar 2% (dua persen) untuk setiap 1 (satu) hari tidak masuk kerja;
cuti sakit yang tidak dibuktikan dengan surat keterangan dokter, dikenakan pengurangan/ pemotongan tunjangan kinerja sebesar 5% (lima persen) untuk setiap 1 (satu) hari tidak masuk kerja; dan
cuti bersalin atau mengalami keguguran kandungan, dikenakan pengurangan/ pemotongan tunjangan kinerja sebesar 1,5% (satu dan lima persen) untuk setiap 1 (satu) hari tidak masuk kerja; e. pegawai yang menjalani rawat inap yang dibuktikan dengan surat keterangan rawat inap dari Puskesmas, Rumah Sakit, atau Unit Pelayanan Kesehatan lainnya dan pegawai yang menjalani rawat jalan setelah selesai menjalani rawat inap dikecualikan dari pemotongan sebagaimana dimaksud dalam huruf d; f. pegawai yang menjalani cuti bersalin sebagaimana dimaksud dalam huruf d angka 3 (tiga) yaitu pegawai wanita yang melaksanakan persalinan anak pertama, anak kedua dan anak ketiga sejak diangkat sebagai PNS; atau g. pegawai yang melaksanakan cuti alasan penting, Tunjangan Kinerjanya dibayarkan sebagai berikut:
sampai dengan 5 (lima) hari dibayarkan sebesar 100% (seratus persen); dan
lebih dari 5 (lima) hari dikenakan pengurangan/pemotongan tunjangan kinerja sebesar 2,5% (dua dan lima persen) per hari.
