Pasal 5
BAB 2 — SUBJEK DAN OBJEK
(1) Hasil hutan kayu sebagai objek yang dikenakan DR, meliputi : a. hasil hutan kayu pada hutan alam yang berasal dari hutan negara; b. hasil hutan kayu yang tumbuh secara alami sebelum diterbitkan alas titel pada Hutan Negara yang telah berubah status menjadi bukan Hutan Negara; c. hasil hutan kayu yang berasal dari penjualan tegakan; dan d. hasil hutan kayu pada hutan alam yang berasal dari IUPHHK-HD. (2) Pengenaan DR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak berlaku bagi :
a. hasil hutan kayu tanaman pada kawasan Hutan Negara; b. hasil hutan yang berasal dari Hutan Adat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Hukum Adat dan tidak diperdagangkan; c. hasil hutan kayu dengan volume sampai dengan 20 (dua puluh) m³ yang langsung dipakai sendiri oleh penduduk setempat dan tidak diperdagangkan melalui mekanisme Izin Pemungutan Hasil Hutan Kayu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d. hasil hutan kayu yang berasal dari Hutan Hak/Hutan Rakyat yang tumbuh setelah terbitnya alas titel; dan e. hasil hutan kayu yang diperuntukkan bagi bantuan terhadap korban bencana alam. (3) Pengecualian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku bagi HTHR. (4) Alas titel sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e, adalah alas titel yang diakui oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria dan tata ruang.
