Pasal 20
BAB 5 — PENYELAMATAN DAN PEMULIHAN ARSIP VITAL
(1) Pelaksanaan Penyelamatan Arsip Vital sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dilakukan dengan cara: a. pengepakan; b. pembersihan; c. pembekuan; d. pengeringan; e. penggantian; f. penggandaan; dan g. pemusnahan.
(2) Pengepakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan sebelum melakukan pemindahan Arsip Vital dari lokasi bencana ke tempat yang aman, dengan terlebih dahulu dibungkus dan diikat dan selanjutnya dipindahkan. (3) Pembersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan cara memilah dan membersihkan Arsip Vital secara manual dari kotoran yang menempel pada Arsip, selanjutnya disiram dengan cairan alkohol atau thymol agar kotoran yang menempel pada Arsip terlepas dan Arsip tidak lengket. (4) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan dengan cara mendinginkan sampai ke tingkat suhu minus 40oC (empat puluh derajat celcius) sehingga Arsip mengalami pembekuan. (5) Pengeringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan dengan cara mengeringkan menggunakan vakum pengering atau kipas angin dan tidak dijemur dalam panas matahari secara langsung. (6) Penggantian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dapat berupa salinan yang berasal dari tempat lain. (7) Penggandaan (back up) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f dilakukan terhadap seluruh Arsip Vital yang sudah diselamatkan. (8) Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dilakukan terhadap Arsip Vital yang sudah rusak parah dan dituangkan dalam Berita Acara Pemusnahan.
