Pasal 43
BAB 3 — TATA CARA PENANGANAN BARANG BUKTI
(1) Setiap kegiatan pemusnahan atau pelepasliaran dilaksanakan berdasarkan perintah kepala unit kerja yang bertanggung jawab di bidang penegakan hukum
lingkungan hidup dan kehutanan. (2) Setiap kegiatan pemusnahan atau pelepasliaran barang bukti harus dibuatkan berita acara. (3) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. berita acara penyisihan barang bukti; dan/ atau b. berita acara pemusnahan atau pelepasliaran (4) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a memuat: a. waktu dan tempat; b. jenis, sifat, jumlah, dan/atau ukuran barang bukti yang disisihkan; c. ciri atau tanda-tanda khusus; d. tersangka dan atau orang yang menguasai; e. pasal yang disangkakan; f. instansi yang melakukan penyisihan; dan g. saksi paling sedikit 2 (dua) orang. (5) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b memuat: a. waktu dan tempat; b. jenis, sifat, jumlah dan ukuran barang bukti yang dimusnahkan atau dilepasliarkan; c. ciri dan tanda-tanda khusus; d. tersangka dan atau orang yang menguasai; e. pasal yang disangkakan; f. instansi yang melakukan pemusnahan atau pelepasliaran; dan g. saksi paling sedikit 2 (dua) orang.
