Pasal 7
(1) Identifikasi, penamaan, dan pengkodean seluruh sumber Emisi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a paling sedikit terdiri dari: a. sumber Emisi; b. Emisi Fugitif; c. proses yang menyebabkan terjadinya Emisi; d. titik koordinat, parameter utama, dan parameter pendukung yang dihasilkan dari sumber Emisi; e. pencatatan data aktifitas, faktor Emisi, faktor oksidasi, dan konversi Emisi; dan f. pemilihan metodologi yang digunakan untuk menghitung Emisi. (2) Parameter utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d antara lain: a. Partikulat (PM); b. Amoniak (NH3) c. Nitrogen Oksida (NOx); d. Sulfur Dioksida (SO2); e. Karbon Monoksida (CO); dan f. Fluor (F). (3) Parameter pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d antara lain: a. Karbon Dioksida (CO2); b. Oksigen (O2); c. temperatur; dan d. laju alir. (4) Identifikasi, penamaan, dan pengkodean seluruh sumber Emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
