Pasal 4
BAB 2 — PENGURANGAN LIMBAH NONBAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(1) Setiap Orang yang menghasilkan Limbah non-B3 dapat melakukan Pengurangan Limbah non-B3. (2) Pengurangan Limbah non-B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan: a. sebelum Limbah non-B3 dihasilkan; dan/atau b. sesudah Limbah non-B3 dihasilkan. (3) Pengurangan Limbah non-B3 sebelum Limbah non-B3 dihasilkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan dengan cara: a. modifikasi proses; dan/atau b. penggunaan teknologi ramah lingkungan. (4) Pengurangan Limbah non-B3 sesudah Limbah non-B3 dihasilkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilakukan dengan cara: a. penggilingan (grinding); b. pencacahan (shredding); c. pemadatan (compacting); d. termal; dan/atau
e. sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (5) Dalam hal Pengurangan Limbah non-B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d dan huruf e menghasilkan emisi dan/atau air Limbah, wajib memenuhi ketentuan: a. baku mutu emisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini, untuk kegiatan Pengurangan Limbah non-B3 dengan cara termal; dan/atau b. baku mutu emisi dan/atau air Limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk kegiatan Pengurangan Limbah non-B3 dengan cara sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (6) Terhadap abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) hasil Pengurangan Limbah non-B3 dengan cara termal, wajib dilakukan: a. Penyimpanan Limbah non-B3; b. Pemanfaatan Limbah non-B3; dan/atau c. Penimbunan Limbah non-B3.
