Pasal 40
(1) Tata usaha Benih terdiri atas:
tata usaha pengadaan Benih yang Benihnya berasal dari Sumber Benih bersertifikat; dan
tata usaha peredaran Benih yang Benihnya berasal dari Sumber Benih bersertifikat.
(2) Tata usaha Pengadaan Benih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
pengada Benih selaku pengelola Sumber Benih melakukan pengunduhan Benih dari Sumber Benih bersertifikat;
Benih hasil pengunduhan disimpan dan dicatat dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II huruf A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini;
Benih hasil pengunduhan yang disimpan dan dicatat sebagaimana dimaksud dalam huruf b wajib diajukan permohonan sertifikasi kepada Balai atau UPTD dan dilaporkan kepada Dinas Provinsi; dan
berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud dalam huruf c Dinas Provinsi memerintahkan petugas pengawas Benih dan Bibit tanaman hutan untuk melakukan pemeriksaan Benih.
(3) Tata Usaha Peredaran Benih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi:
Benih yang diedarkan berupa Benih hasil pengunduhan dan pembelian yang disimpan dalam bentuk stok Benih;
Benih sebagaimana dimaksud pada huruf a dicatat oleh pengedar Benih dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II huruf A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini;
Benih yang dicatat dalam blanko sebagaimana dimaksud dalam huruf b wajib diajukan permohonan sertifikasi kepada Balai atau UPTD dan dilaporkan kepada Dinas Provinsi;
berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud dalam huruf c Dinas Provinsi memerintahkan petugas pengawas Benih dan Bibit tanaman hutan untuk melakukan pemeriksaan Benih;
Benih hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam huruf d selanjutnya dapat dijual kepada konsumen Benih;
Benih yang diedarkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a wajib dilengkapi surat pengiriman Benih yang dilampiri dengan surat keterangan asal usul Benih yang dikeluarkan oleh pemilik Sumber Benih; dan
Surat pengiriman Benih sebagaimana dimaksud dalam huruf f terdiri atas 5 (lima) lembar disusun dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II huruf B yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini, dengan ketentuan:
DIVA | DIUNDUH PADA 05 NOVEMBER 2023 15 / 37
www.hukumonline.com/pusatdata
lembar I untuk pembeli Benih;
lembar II untuk Kepala Dinas Provinsi di wilayah pengada;
lembar III untuk Kepala Dinas Provinsi di wilayah pembeli;
lembar IV untuk Kepala Balai; dan
lembar V untuk pengedar.
