Pasal 43
BAB 6 — ANGGARAN BANTUAN HUKUM
(1) Dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk Bantuan Hukum litigasi meliputi: a. bukti penanganan perkara; b. kuitansi pembayaran pengeluaran; c. laporan keuangan penanganan kasus; dan d. dokumentasi. www.djpp.kemenkumham.go.id
(2) Bukti penangan perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk perkara pidana disesuaikan dengan tahapan pemeriksaan berupa: a. surat kuasa; b. bukti dan saksi pendukung sebagai seorang tersangka atau terdakwa; c. pendapat hukum (legal opinion); d. eksepsi atau keberatan; e. pledoi atau pembelaan; f. duplik; g. memori banding atau kontra memori banding; h. memori kasasi atau kontra memori kasasi; dan/atau i. memori peninjauan kembali atau kontra memori peninjauan kembali. (3) Bukti penanganan perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk perkara perdata disesuaikan dengan tahapan pemeriksaan berupa: a. surat kuasa; b. pendapat hukum (legal opinion); c. somasi; d. gugatan atau jawaban gugatan; e. tawaran mediasi atau jawaban; f. eksepsi atau replik; g. kesimpulan; h. memori banding atau kontra memori banding; i. memori kasasi atau kontra memori kasasi; dan/atau j. memori peninjauan kembali/kontra memori peninjauan kembali. (4) Bukti penanganan perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk perkara tata usaha negara disesuaikan dengan tahapan pemeriksaan berupa: a. surat kuasa; b. pendapat hukum (legal opinion); c. somasi; d. gugatan atau jawaban gugatan; www.djpp.kemenkumham.go.id
e. eksepsi atau replik; f. kesimpulan; g. memori banding atau kontra memori banding; h. memori kasasi atau kontra memori kasasi; dan/atau i. memori peninjauan kembali atau kontra memori peninjauan kembali.
