Pasal 9
BAB 4 — TAHAPAN PROSES KERJA SAMA
(1) Tahapan proses Kerja Sama di lingkungan Kementerian Koordinator meliputi: a. penjajakan Kerja Sama; b. pembahasan Kerja Sama; c. pengesahan Kerja Sama; d. penandatanganan Kerja Sama;
e. pelaksanaan Kerja Sama; f. pemantauan dan evaluasi Kerja Sama; g. perpanjangan Kerja Sama; h. pengakhiran Kerja Sama; dan i. penyimpanan dokumen Kerja Sama. (2) Setiap pelaksanaan tahapan proses Kerja Sama, wajib dilaporkan Pemrakarsa kepada Menteri Koordinator. (3) Setiap tahapan proses Kerja Sama memperhatikan: a. kepentingan nasional; b. kejelasan tujuan dan hasil; c. kemitraan, kesetaraan, dan kebersamaan; d. asas musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan; e. konsekuensi ketergantungan; f. perencanaan dan keberlanjutan; g. indikator kinerja utama yang efektif dan efisien; dan h. kesesuaian dengan peraturan dan perundang- undangan. (4) Kerja Sama Luar Negeri di lingkungan Kementerian Koordinator harus: a. dilaksanakan dengan negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan INDONESIA dan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik INDONESIA; b. tidak mengganggu stabilitas politik dan keamanan dalam negeri; c. tidak mengarah pada campur tangan urusan dalam negeri masing-masing negara; d. berdasarkan asas persamaan hak dan tidak saling memaksakan kehendak; e. memperhatikan prinsip persamaan kedudukan, memberikan manfaat dan saling menguntungkan bagi Pemerintah dan masyarakat; dan f. mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan nasional dan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
