Pasal 10
BAB 3 — TATA CARA PELAKSANAAN TUGAS
(1) Pelaksanaan tugas Pengawas Perikanan di Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b dilakukan terhadap: a. kapal penangkap ikan; b. kapal pengangkut ikan; c. kapal pengolahan ikan; d. kapal latih perikanan; e. kapal penelitian/eksplorasi perikanan; dan f. kapal pendukung operasi Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan. (2) Pelaksanaan tugas Pengawas Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memeriksa: a. kelengkapan, keabsahan, dan kesesuaian SIPI dan/atau SIKPI, surat laik operasi, dan surat persetujuan berlayar; b. kelengkapan, keabsahan, dan kesesuaian izin penelitian dan pengembangan perikanan; c. peralatan dan keaktifan sistem pemantauan kapal perikanan; d. peralatan dan keaktifan rekaman kamera pemantau; e. Kapal Perikanan, alat Penangkapan Ikan, dan/atau alat bantu Penangkapan Ikan; f. kesesuaian komposisi anak buah Kapal Perikanan dengan crew list; g. keberadaan pemantau di atas kapal penangkap ikan atau kapal pengangkut ikan untuk ukuran dan alat penangkapan ikan tertentu; h. kesesuaian penanganan ikan di atas Kapal Perikanan; i. kesesuaian ikan hasil tangkapan dengan alat Penangkapan Ikan; j. kesesuaian jenis ikan yang diangkut dengan SIKPI dan/atau rencana usaha;
k. kesesuaian pelabuhan pangkalan dan pelabuhan muat bagi kapal pengangkut ikan hasil tangkapan dengan SIKPI; l. kesesuaian pelabuhan muat dan pelabuhan pengeluaran terakhir bagi kapal pengangkut ikan hidup dengan SIKPI dan/atau rencana usaha; m. kesesuaian daerah Penangkapan Ikan dengan SIPI; n. log book Penangkapan Ikan; o. kesesuaian jenis ikan yang diangkut dengan surat angkut jenis ikan; dan p. kelengkapan, keabsahan, dan kesesuaian sertifikat dan kriteria kepatuhan hak asasi manusia pada Usaha Perikanan.
