Pasal 92
BAB 13 — PERJANJIAN KERJA LAUT
(1) Dalam hal pendapatan bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 ayat (3) tidak mencapai besaran upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota untuk setiap bulan atau tidak terdapat pendapatan bersih, Pemilik atau Operator Kapal Perikanan harus memberikan upah kepada Awak Kapal Perikanan. (2) Besaran upah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperhitungkan berdasarkan formula penghitungan upah harian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) dikali dengan jumlah hari kerja Awak Kapal Perikanan.
(3) Besaran upah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit setengah dari besaran upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota untuk setiap bulan. (4) Jumlah hari kerja Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dihitung berdasarkan catatan dari Nakhoda atau salah satu Perwira yang ditunjuk oleh Nakhoda. (5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dikecualikan bagi: a. Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dan Awak Kapal Perikanan yang menanggung biaya operasional secara bersama sebelum Kapal Perikanan melakukan kegiatan Penangkapan Ikan, pengangkutan ikan, atau kegiatan yang mendukung operasi Penangkapan Ikan; atau b. Pemilik atau Operator Kapal Perikanan yang merupakan Nelayan Kecil yang mempekerjakan Awak Kapal Perikanan. (6) Dalam hal terjadi pengecualian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a atau huruf b, besaran upah ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dengan Awak Kapal Perikanan.
