Pasal 39
BAB 4 — INSPEKSI, PENGUJIAN, DAN PENANDAAN KAPAL PERIKANAN
(1) Impor Kapal Perikanan merupakan pengadaan Kapal Perikanan dari luar negeri berupa: a. pengadaan Kapal Perikanan dalam keadaan baru; atau b. pengadaan Kapal Perikanan dalam keadaan tidak baru. (2) Kapal Perikanan dalam keadaan baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan Kapal yang telah selesai dibangun dan belum dioperasikan atau belum pernah didaftarkan sebagai Kapal Perikanan. (3) Kapal Perikanan dalam keadaan tidak baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan Kapal yang pernah didaftarkan sebagai Kapal Perikanan. (4) Impor Kapal Perikanan dalam keadaan baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan ketentuan: a. berukuran lebih dari 150 (seratus lima puluh) gross tonnage, untuk berbahan material baja; dan b. berukuran lebih dari 200 (dua ratus) gross tonnage, untuk berbahan material kayu. (5) Impor Kapal Perikanan dalam keadaan tidak baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan berusia paling lama15 (lima belas) tahun. (6) Pemberian rekomendasi untuk pembangunan Kapal Perikanan di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (7), ayat (8), dan ayat (9) berlaku secara
mutatis mutandis terhadap pemberian rekomendasi impor Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (7) Setiap Orang yang mengimpor Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki persetujuan impor dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan setelah mendapatkan Persetujuan Pengadaan Kapal Perikanan dari Menteri.
