Pasal 174
BAB 5 — TATA KELOLA PENGAWAKAN KAPAL PERIKANAN
(1) PKL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (2) bersifat mengikat dan dipastikan bahwa pemilik/operator Kapal Perikanan dan Awak Kapal Perikanan telah membaca dan memahami seluruh isi PKL. (2) Dokumen PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat paling sedikit 2 (dua) rangkap asli, terdiri atas: a. 1 (satu) asli untuk pemilik Kapal Perikanan atau operator Kapal Perikanan; dan b. 1 (satu) asli untuk Awak Kapal Perikanan. (3) PKL berlaku sejak disahkan oleh Syahbandar di Pelabuhan Perikanan atau Syahbandar. (4) Salinan dokumen PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disampaikan kepada Syahbandar di Pelabuhan Perikanan atau Syahbandar. (5) Dokumen PKL tidak diharuskan untuk dibawa atau disimpan di atas Kapal Perikanan. (6) PKL dinyatakan batal demi hukum dalam hal: a. dokumen Kapal Perikanan, Awak Kapal Perikanan, pemilik, atau operator Kapal Perikanan tidak sah atau palsu; b. Kapal Perikanan dalam status sengketa atau dinyatakan bermasalah status hukumnya oleh instansi berwenang; c. Awak Kapal Perikanan ditempatkan pada Kapal yang identitasnya tidak sesuai dengan PKL; d. Kapal Perikanan dinyatakan tidak laik laut oleh pihak yang berwenang; atau e. daerah operasional Kapal Perikanan dinyatakan dalam kondisi perang. (7) PKL dinyatakan berakhir dengan sendirinya apabila: a. masa berlaku PKL habis; b. Awak Kapal Perikanan dipekerjakan pada Kapal yang melakukan illegal, unregulated, and unreported (IUU) fishing dan/atau kejahatan internasional;
c. pemilik atau operator Kapal Perikanan dinyatakan pailit oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap; d. Kapal Perikanan tenggelam; e. Kapal Perikanan dijual secara sah; f. Awak Kapal Perikanan mengalami penganiayaan; g. Awak Kapal Perikanan secara medis dinyatakan tidak dapat bekerja atau sakit; h. Awak Kapal Perikanan meninggal dunia; i. Awak Kapal Perikanan mengundurkan diri; j. Awak Kapal Perikanan terlibat kasus kriminal; k. Awak Kapal Perikanan terbukti secara hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang merugikan pemilik atau operator Kapal Perikanan; atau l. Awak Kapal Perikanan karena kelalaiannya sendiri menyebabkan ketinggalan Kapal Perikanan. (8) Dalam hal PKL berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) dan Kapal Perikanan masih beroperasi di laut, dapat dilakukan pemindahan Awak Kapal Perikanan ke Kapal Perikanan lainnya dengan mengisi berita acara pemindahan Awak Kapal Perikanan. (9) Ketentuan mengenai bentuk dan format berita acara pemindahan Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) tercantum dalam Lampiran XVIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
