Pasal 29
BAB 3 — TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA
(1) Dinas dalam menyusun dokumen antara RZWP-3-K melakukan penentuan Alokasi Ruang.
(2) Penentuan Alokasi Ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan melalui analisa kesesuaian perairan laut, untuk menghasilkan usulan Alokasi Ruang. (3) Berdasarkan usulan Alokasi Ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan analisis non spasial. (4) Hasil analisis kesesuaian perairan laut dan non spasial sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) selanjutnya digambarkan dalam peta RZWP-3-K. (5) Berdasarkan peta RZWP-3-K sebagaimana dimaksud pada ayat (4), selanjutnya disusun Peraturan Pemanfaatan Ruang dan indikasi program. (6) Berdasarkan peta RZWP-3-K, peraturan pemanfaatan ruang, dan indikasi program sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5), selanjutnya disusun rancangan Peraturan Daerah tentang RZWP-3-K. (7) Dokumen antara RZWP-3-K sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat: a. pendahuluan yang memuat dasar hukum penyusunan RZWP-3-K, profil wilayah, isu-isu strategis, dan peta wilayah perencanaan; b. deskripsi potensi Sumber Daya Pesisir dan Pulau- pulau Kecil dan kegiatan pemanfaatan; c. isu-isu strategis wilayah; d. tujuan, kebijakan, dan strategi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; e. rencana Alokasi Ruang; f. peraturan pemanfaatan ruang; g. indikasi program RZWP-3-K; h. lampiran peta, paling sedikit meliputi peta tematik dan peta RZWP-3-K; dan i. rancangan peraturan daerah tentang RZWP-3-K. (8) Apabila diperlukan dokumen antara RZWP-3-K sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat memuat rekomendasi terhadap perubahan RTRW.
