Pasal 5
BAB 2 — PENYELENGGARAAN NILAI EKONOMI KARBON
(1) Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a dapat dilaksanakan melalui: a. Perdagangan Karbon dalam negeri; dan/atau b. Perdagangan Karbon luar negeri. (2) Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Pelaku Usaha. (3) Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui mekanisme: a. Perdagangan Emisi; dan b. Offset Emisi GRK. (4) Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui: a. bursa karbon; dan/atau b. Perdagangan Langsung. (5) Pelaksanaan Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi ketentuan: a. sesuai dengan peta jalan Perdagangan Karbon sektor kelautan; b. menyediakan cadangan pengurangan emisi (buffer); c. berbentuk SPE-GRK untuk Offset Emisi GRK; d. berbentuk surplus PTBAE-PU untuk Perdagangan Emisi; e. untuk Perdagangan Karbon lintas sektor berbentuk SPE-GRK; dan f. wajib dicatatkan dalam SRN PPI.
(6) Selain memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), untuk Perdagangan Karbon luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b harus memenuhi ketentuan: a. telah ditetapkan dan disampaikan rencana dan strategi pencapaian terkait NDC kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup/kepala lembaga pemerintah non kementerian yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian lingkungan hidup; b. telah mencapai target NDC untuk Perdagangan Karbon luar negeri; c. mendapat otorisasi dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup/kepala lembaga pemerintah non kementerian yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian lingkungan hidup; dan d. dilakukan pencatatan penyesuaian dengan menggunakan format elektronik (corresponding adjustment). (7) Perdagangan Karbon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
