Pasal 15
BAB 4 — TATA CARA PENGELOLAAN
(1) Menteri/pimpinan Lembaga mengajukan permohonan penetapan status Penggunaan BMN Aset Lain-lain kepada Pengguna Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf b. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis dan paling sedikit memuat: a. alasan permohonan Penggunaan; dan b. tujuan Penggunaan. (3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disertai dengan dokumen berupa daftar BMN Aset Lain- lain yang diperlukan. (4) Dalam hal Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart memerlukan BMN Aset Lain-lain, permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh menteri/pimpinan Lembaga yang bersangkutan, dengan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ditambahkan: a. berita acara serah terima BMN Aset Lain-lain; dan b. fotokopi dokumen kepemilikan BMN Aset Lain-lain, jika ada. (5) Pengguna Barang melakukan penelitian administrasi terhadap permohonan penetapan status Penggunaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk terhadap kelengkapan dan kesesuaian dokumen. (6) Dalam hal berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (5): a. permohonan dapat disetujui, maka:
- Pengguna Barang MENETAPKAN status Penggunaan BMN Aset Lain-lain melalui keputusan penetapan status Penggunaan;
- Keputusan penetapan status Penggunaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 paling sedikit memuat: a) tahun perolehan BMN Aset lain-lain; b) spesifikasi/identitas teknis BMN Aset Lain- lain; c) bukti kepemilikan; d) jenis BMN Aset Lain-lain; e) jumlah BMN Aset lain-lain; dan f) nilai perolehan BMN Aset Lain-lain sesuai perjanjian atau nilai taksiran dari Kementerian/Lembaga. b. permohonan tidak dapat disetujui, Pengguna Barang memberitahukan secara tertulis kepada Kementerian/Lembaga yang mengajukan permohonan disertai dengan alasannya.
