Pasal 75
(1) Aset Properti dapat ditetapkan menjadi penyertaan modal negara pada Badan Usaha Milik Negara atau badan hukum lainnya yang didalamnya terdapat kepemilikan negara. (2) Penyertaan modal negara dengan Aset Properti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan permohonan tertulis kepada Menteri c.q. Direktur Jenderal, yang diajukan oleh:
a. pimpinan Badan Usaha Milik Negara setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Kementerian yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pembinaan Badan Usaha Milik Negara; atau b. pimpinan badan hukum setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham/pemilik/pemegang saham. (3) Permohonan disertai kajian yang meliputi aspek hukum, aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administratif. (4) Terhadap permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Direktorat melakukan kajian.
- Ketentuan Pasal 77 diubah, sehingga Pasal 77 berbunyi sebagai berikut:
