Pasal 8
BAB 3 — PENERBITAN SKPP PADA SATKER
(1) Dalam penerbitan SKPP, KPA bertanggung jawab atas: a. kebenaran data pegawai yang diterbitkan SKPP; b. validitas data dokumen pendukung SKPP; dan c. penyelesaian kewajiban pegawai kepada negara sebelum diterbitkannya SKPP. (2) Kebenaran data pegawai yang diterbitkan dalam SKPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. data identitas pegawai; b. data penghasilan terakhir; c. data utang; dan d. data keluarga. (3) Validitas data dokumen pendukung SKPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. surat keputusan pensiun, surat keputusan pemberhentian, atau surat keterangan kematian,
untuk penerbitan SKPP pensiun/berhenti; atau b. surat keputusan/surat perintah mutasi pegawai, untuk penerbitan SKPP pindah. (4) Penyelesaian kewajiban pegawai kepada negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi: a. pengembalian barang milik negara; b. penyelesaian pengembalian kelebihan pembayaran; c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan/ganti rugi; dan/atau d. penyelesaian kewajiban lainnya kepada negara. (5) Dalam hal terdapat penyelesaian kewajiban pegawai kepada negara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) yang belum dapat diselesaikan, pegawai membuat surat pernyataan kesanggupan penyelesaian kewajiban. (6) Surat pernyataan kesanggupan penyelesaian kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan kepada KPA. (7) Surat pernyataan kesanggupan penyelesaian kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (6) digunakan oleh KPA sebagai bahan pertimbangan dalam penerbitan SKPP dengan memperhatikan peraturan perundang- undangan yang mengatur mengenai penyelesaian kewajiban pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (8) Surat pernyataan kesanggupan penyelesaian kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (6), bukan merupakan lampiran dalam permintaan pengesahan SKPP kepada KPPN.
