Pasal 11
Kepala Kantor Bea dan Cukai atas nama Menteri dapat mencabut keputusan penetapan tarif cukai, dalam hal Pengusaha Pabrik atau Importir melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) sampai dengan ayat (4), Pasal 4, Pasal 5 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e, Pasal 5 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 6, dan Pasal 9.
- Mengubah angka 8 Lampiran huruf A dan huruf B sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran huruf A dan huruf B yang merupakan bagian www.peraturan.go.id 2020, No. 1304 tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 November 2020
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 November 2020
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
www.peraturan.go.id 2020, No. 1304
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 176/PMK.04/2020
TENTANG
PERUBAHAN
ATAS
PERATURAN
MENTERI
KEUANGAN
NOMOR
67/PMK.04/2018
TENTANG
PERDAGANGAN
BARANG
KENA
CUKAI
YANG
PELUNASAN
CUKAINYA
DENGAN
CARA
PELEKATAN
PITA
CUKAI
ATAU
PEMBUBUHAN TANDA PELUNASAN CUKAI LAINNYA
A. Isi Kemasan untuk Masing-Masing Jenis Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri yang Ditujukan untuk Pemasaran di Dalam Negeri. No. Jenis Hasil Tembakau Golongan Pengusaha Pabrik
Jumlah Isi
Kemasan
1.
SKM
I
12, 16, 20, dan 50 batang
II
10, 12, 16, 20, dan 50 batang
2.
SPM
I
20 batang
II
20 batang
3.
SKT atau SPT
I
10, 12, 16, 20, dan 50 batang
II
10, 12, 16, 20, dan 50 batang
III
10, 12, 16, 20, dan 50 batang
4.
SKTF atau SPTF
Tanpa
Golongan
10, 12, 16, 20, dan 50 batang
5.
TIS
Tanpa
Golongan
Paling banyak 2.500 gram
6.
KLM atau KLB
Tanpa
Golongan
6, 10, 12, 16, 20, dan 50
batang
7.
CRT
Tanpa
Golongan
Paling banyak 100 batang
8.
HPTL berupa
Ekstrak dan
Esens
Tembakau:
a. Cairan
b. Batang
Tanpa
Golongan
a. 15, 30, 60, 100 mililiter b. 20 batang www.peraturan.go.id 2020, No. 1304 c. Cartridge d. Kapsul e. Lainnya c. Paling sedikit 2 Cartridge d. Paling sedikit 5 kapsul e. 30, 60, 100 gram 9. HPTL berupa Tembakau Molasses Tanpa Golongan 25, 50, 100, 250, 1000 gram 10. HPTL Selain Ekstrak dan Esens Tembakau, dan Tembakau Molasses Tanpa Golongan Paling banyak 100 gram
B.
Isi Kemasan untuk Masing-Masing Jenis Hasil Tembakau yang Diimpor.
No.
Jenis Hasil Tembakau
Jumlah Isi Kemasan
1.
SKM
12, 16, 20, dan 50 batang
2.
SPM
20 batang
3.
SKT atau SPT
10, 12, 16, 20, dan 50
batang
4.
SKTF atau SPTF
12, 16, 20, dan 50 batang
5.
TIS
Paling banyak 2.500 gram
6.
KLM atau KLB
6, 10, 12, 16, 20, dan 50
batang
7.
CRT
Paling banyak 100 batang
8.
HPTL berupa Ekstrak dan
Esens Tembakau:
a. Cairan
b. Batang
c. Cartridge
d. Kapsul
e. Lainnya
a. 15, 30, 60, 100 mililiter b. 20 batang c. Paling sedikit 2 Cartridge d. Paling sedikit 5 kapsul e. 30, 60, 100 gram www.peraturan.go.id 2020, No. 1304
M E N T
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI
- HPTL berupa Tembakau Molasses 25, 50,100, 250, 1000 gram
- HPTL Selain Ekstrak dan Esens Tembakau dan Tembakau Molasses Paling banyak 100 gram www.peraturan.go.id
