Pasal 39
(1) Penyampaian PPFTZ-01, PPFTZ-02, atau PPFTZ-03 ke Kantor Pabean dapat dilakukan: a. untuk setiap pemasukan atau pengeluaran barang; atau b. secara berkala. (2) Penyampaian PPFTZ-01, PPFTZ-02, atau PPFTZ-03 secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan atas: a. pemasukan dan pengeluaran barang berupa tenaga listrik yang pengangkutannya dilakukan melalui transmisi; atau
b. pemasukan dan pengeluaran barang cair atau gas yang pengangkutannya dilakukan melalui saluran pipa. (3) Penyampaian PPFTZ-01, PPFTZ-02 atau PPFTZ-03 secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. (4) Untuk penyampaian PPFTZ-01 secara berkala terhadap pengeluaran barang asal luar Daerah Pabean ke tempat lain dalam Daerah Pabean, selain harus mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pengusaha harus menyerahkan jaminan. (5) Kepala Kantor Pabean MENETAPKAN bentuk jaminan yang harus diserahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berdasarkan manajemen risiko. (6) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan mengenai jaminan dalam rangka kepabeanan. (7) Tata cara penyelesaian pemberitahuan berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sesuai dengan rincian tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
- Di antara ayat (5) dan ayat (6) Pasal 44 disisipkan 1 (satu) ayat yakni ayat (5a), sehingga Pasal 44 berbunyi sebagai berikut:
