Pasal 26
BAB 4 — TATA CARA PENANGANAN PERKARA HUKUM SECARA LITIGASI
(1) Penyusunan kajian/telaah hukum terhadap Perkara Uji Materiil peraturan perundang-undangan di bawah UNDANG-UNDANG dan surat kuasa substitusi dalam hal PRESIDEN selaku Termohon atau surat kuasa khusus dalam hal Menteri selaku Termohon dilakukan oleh Biro berdasarkan penugasan dari Menteri. (2) Surat kuasa substitusi atau surat kuasa khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang- kurangnya memuat: a. pemberi kuasa substitusi atau pemberi kuasa khusus, dalam hal ini Menteri; b. penerima kuasa substitusi atau penerima kuasa khusus terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Fungsional, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Pelaksana, CPNS, dan/atau PPPK; dan c. kewenangan yang diberikan untuk mewakili Menteri dalam menyiapkan, menandatangani, dan menyerahkan jawaban serta alat bukti Termohon dan/atau memberikan keterangan dan penjelasan yang diperlukan dalam pemeriksaan uji materiil peraturan perundang-undangan di bawah UNDANG-UNDANG. (3) Biro menyampaikan kajian/telaah hukum, surat kuasa substitusi dalam hal PRESIDEN selaku Termohon atau surat kuasa khusus dalam hal Menteri selaku Termohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk ditandatangani Menteri.
