Pasal 447
(1) Bukti pembayaran PNBP berupa iuran atau retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440 ayat (2) huruf i merupakan bukti pembayaran: a. Iuran PB-PJL Panas Matahari di TN atau TWA; atau b. retribusi PB-PJL Panas Matahari di Tahura. (2) Pemohon PB-PJL Panas Matahari yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440 ayat (2) huruf a sampai dengan huruf h harus melakukan pembayaran PNBP berupa Iuran PB-PJL Panas Matahari dengan ketentuan: a. berdasarkan surat perintah pembayaran Iuran PB- PJL Panas Matahari yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal, pemohon melakukan pembayaran Iuran PB-PJL Panas Matahari paling lambar 24 (dua puluh empat) Hari setelah diterimanya surat perintah pembayaran Iuran PB-PJL Panas Matahari; dan b. bukti pelunasan Iuran PB-PJL Panas Matahari dianggap sah jika kode pembayaran yang tercantum pada bukti PNBP berupa bukti transfer atau bukti setor melalui bank sesuai dengan kode pembayaran yang terdapat pada aplikasi sistem informasi PNBP.
(3) Retribusi PB-PJL Panas Matahari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Dalam hal Iuran PB-PJL Panas Matahari atau retribusi PB- PJL Panas Matahari telah dibayarkan dan kemudian permohonan PB-PJL Panas Matahari ditolak, pengembalian PNBP berupa Iuran PB-PJL Panas Matahari atau retribusi PB-PJL Panas Matahari kepada pemohon dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (5) Dalam hal belum ada ketentuan yang mengatur mengenai jenis dan tarif PNBP berupa iuran PB-PJL Panas Matahari atau retribusi PB-PJL Panas Matahari, Pelaku Usaha mencantumkan komitmen kesanggupan untuk melakukan pembayaran PNBP berupa iuran PB-PJL Panas Matahari atau retribusi PB-PJL Panas Matahari, dan dituangkan dalam bentuk pakta integritas
Paragraf 3
Pemenuhan Dokumen Persyaratan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Matahari
