Pasal 7
BAB 2 — TATA CARA PENETAPAN HARGA PATOKAN HASIL HUTAN KAYU DAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU
(1) Data harga penjualan hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) berupa kontrak jual beli, invois, dan/atau dokumen penjualan sah lainnya. (2) Data harga penjualan hasil hutan kayu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat informasi: a. sumber hasil hutan kayu tumbuh alami atau kayu budi daya; b. jenis; c. satuan dalam m3 (meter kubik) atau ton;
d. sortimen; e. harga penjualan di tempat penimbunan hasil hutan kayu; dan f. pembeli. (3) Data harga penjualan hasil hutan bukan kayu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat informasi: a. jenis; b. satuan; c. harga penjualan di tempat penimbunan hasil hutan bukan kayu; dan d. pembeli. (4) Satuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b terdiri atas: a. ton; b. kilogram; c. liter; d. batang; atau e. tual. (5) Harga penjualan hasil hutan kayu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e dan hasil hutan bukan kayu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c tidak termasuk PNBP. (6) Dokumen penjualan sah lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa surat pernyataan penetapan harga jual hasil hutan kayu/bukan kayu yang ditandatangani oleh pimpinan yang bertanggung jawab di bidang keuangan dan/atau penjualan sesuai dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Peraturan Menteri ini.
