Pasal 4
BAB 2 — PENYUSUNAN, PENERAPAN DAN PELAPORAN SMKP
(1) Untuk membuktikan penerapan SMKP Penyelenggara Perkeretaapian, dilakukan Audit SMKP. (2) Audit SMKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Auditor Perkeretaapian yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Audit SMKP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. kebijakan dan komitmen keselamatan; b. pembuatan dan pendokumentasian rencana Keselamatan Perkeretaapian; c. pengendalian perancangan dan pengendalian kontrak; d. pengendalian atas kesalahan faktor manusia; e. pengendalian dokumen; f. pembangunan dan pengadaan barang dan jasa; g. keselamatan dan keamanan operasional Kereta Api dan proses kerja SDM Perkeretaapian; h. standar pemantauan; i. keselamatan sistem rekayasa dan operasional; j. manajemen tanggap darurat; k. komunikasi dan koordinasi sistem keselamatan; l. pelaporan potensi bahaya dan kecelakaan; m. pengelolaan terhadap pengangkutan material; n. pengumpulan dan penggunaan data; o. budaya keselamatan;
p. audit internal SMKP; dan q. pengembangan keterampilan dan kemampuan SDM Perkeretaapian. (4) Selain dilakukan Audit SMKP, pengawasan dapat dilakukan pada kegiatan pembangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf f. (5) Pedoman pelaksanaan Audit SMKP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tertuang dalam kriteria yang tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
