Pasal 42
BAB 6 — PERUBAHAN TERHADAP RENCANA INDUK NASIONAL BANDAR UDARA
(1) Bandar udara yang telah memiliki nama dapat dimohonkan perubahan nama bandar udara kepada Menteri. (2) Nama bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan antara lain nama tempat, nama tokoh, nama pahlawan atau istilah yang mewakili
kekhasan pada daerah tempat bandar udara tersebut berada. (3) Perubahan nama bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri. (4) Perubahan nama bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya dapat diajukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota tempat bandar udara tersebut berada. (5) Pengajuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut: a. surat persetujuan Gubernur; b. surat persetujuan DPRD Provinsi; c. surat persetujuan Bupati/Walikota; d. surat persetujuan DPRD Kabupaten/Kota; e. surat persetujuan masyarakat adat setempat bila ada; f. surat persetujuan atas penggunaan nama yang bersangkutan/ahli waris apabila penamaan nama bandar udara menggunakan nama tokoh dan/atau pahlawan setempat; g. surat persetujuan dari pengelola bandar udara apabila bandar udara tersebut telah dioperasikan; h. bukti publikasi usulan perubahan nama bandar udara melalui media cetak dan/atau elektronik; i. surat pernyataan bahwa tidak ada pernyataan keberatan dari masyarakat atau lembaga /organisasi masyarakat setelah dilakukan publikasi usulan perubahan nama bandar udara melalui media cetak dan/atau elektronik terkait usulan perubahan nama bandar udara; j. latar belakang atas penggunaan nama bandar udara; k. surat pernyataan bersedia menanggung keberatan atau gugatan dari pihak lain atas usulan perubahan nama bandar udara; dan
l. surat pernyataan bahwa tidak akan melakukan perubahan terhadap nama bandar udara dimaksud dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak perubahan nama bandar udara tersebut ditetapkan. (6) Publikasi melalui media cetak dan/atau elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf h dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dengan interval paling sedikit satu kali dalam satu bulan.
