Pasal 41
BAB 6 — PERUBAHAN TERHADAP RENCANA INDUK NASIONAL BANDAR UDARA
(1) Nama bandar udara untuk pertama kali ditetapkan dalam keputusan menteri tentang penetapan lokasi bandar udara baru dan/atau dapat menggunakan nama lokasi bandar udara tersebut berada. (2) Penggunaan nama lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. nama kecamatan/distrik apabila lokasi bandar udara tersebut didirikan berada pada 1 (satu) kecamatan/distrik; b. nama kabupaten/kota atau apabila lokasi bandar udara tersebut didirikan berada pada 2 (dua) kecamatan/distrik atau lebih; c. apabila bandar udara terletak pada 2 (dua) kabupaten/kota atau lebih, maka nama bandar udara menggunakan nama kabupaten/kota yang merupakan cakupan terluas dari daerah lingkungan kerja bandar udara (DLKR); dan d. apabila bandar udara terletak pada 2 (dua) provinsi atau lebih, maka nama bandar udara menggunakan nama provinsi yang merupakan cakupan terluas dari daerah lingkungan kerja bandar udara (DLKR).
