Pasal 28
BAB 4 — PEMBANGUNAN DAN PENGERJAAN KAPAL
(1) Pembangunan Kapal dilaksanakan di Galangan Kapal dalam negeri yang memenuhi persyaratan dari instansi yang berwenang di bidang perindustrian. (2) Penentuan awal proses Pembangunan Kapal ditentukan dari: a. Peletakan Lunas (Keel Laying); atau b. material yang telah terpasang paling sedikit 50 (lima puluh) ton atau 1% (satu persen) dari estimasi berat seluruh material struktur Kapal. (3) Penentuan material sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dipilih hasil yang terkecil. (4) Peletakan Lunas (Keel Laying) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a harus memiliki konstruksi kuat sebagai penopang utama kekuatan struktur tengah Kapal yang membujur sepanjang bagian bawah lambung Kapal.
(5) Penentuan akhir proses Pembangunan Kapal ditentukan melalui pelaksanaan serah terima dari Galangan Kapal kepada Pemilik Kapal. (6) Rencana Pembangunan Kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi: a. pembuatan dan penyiapan gambar rancang bangun beserta data kelengkapannya dan perhitungannya; dan b. pemberitahuan rencana Pembangunan Kapal kepada Syahbandar setempat. (7) Pembangunan Kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan: a. kesesuaian dengan gambar rancang bangun yang telah mendapatkan pengesahan; b. pemenuhan keselamatan konstruksi; c. pencegahan bahaya kebakaran; d. pencegahan bahaya kecelakaan bagi pekerja; e. pencegahan pencemaran; f. pengawasan dari Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi; dan g. pemberitahuan kepada Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi apabila terdapat perubahan rancang bangun. (8) Dalam hal Kapal tidak selesai dibangun, Pemilik Kapal atau Galangan Kapal wajib melaporkan kepada Syahbandar disertai dengan alasan tidak selesainya Pembangunan Kapal.
