Pasal 4
BAB 2 — PENETAPAN STATUS KECACATAN
(1) Tingkat Kecacatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) terdiri atas: a. Cacat Tingkat III; b. Cacat Tingkat II; dan c. Cacat Tingkat I.
(2) Cacat Tingkat III sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus memenuhi salah satu atau lebih kriteria: a. kehilangan kedua anggota gerak bawah; b. kelumpuhan kedua anggota gerak bawah; c. kehilangan kedua anggota gerak atas; d. kelumpuhan kedua anggota gerak atas; e. kehilangan 1 (satu) anggota gerak atas dan satu anggota gerak bawah; f. kelumpuhan satu anggota gerak atas dan satu anggota gerak bawah; g. kehilangan penglihatan kedua mata; h. bisu dan tuli; i. penyakit jiwa berat; dan/atau j. cacat yang luas dari organ sistem syaraf, pernafasan kardiovaskuler dan pencernaan atau urogenital. (3) Cacat Tingkat II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b harus memenuhi salah satu atau lebih kriteria: a. kehilangan 1 (satu) anggota gerak atas; b. kehilangan 1 (satu) anggota gerak bawah; c. kelumpuhan 1 (satu) anggota gerak atas; d. kelumpuhan 1 (satu) anggota gerak bawah; e. kehilangan penglihatan 1 (satu) mata; f. penyakit jiwa sedang; g. kehilangan 2 (dua) jari atau lebih tangan kanan/kiri; h. cacat sebagian dari organ sistem syaraf, pernafasan kardiovaskuler, pencernaan atau urogenital; i. bisu;atau j. tuli. (4) Cacat Tingkat I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c harus memenuhi salah satu atau lebih kriteria: a. gangguan kejiwaan ringan; b. kehilangan 1 (satu) jari tangan atau kaki; c. berkurangnya fungsi mata; d. berkurangnya fungsi telinga; e. kehilangan daun telinga namun masih bisa mendengar; atau
f. perubahan klasifikasi atau fungsi organ tubuh yang bernilai lebih rendah dari sebelumnya mendapat cedera/sakit.
