Pasal 27
BAB 4 — PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA
(1) Penerbitan SKTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 harus memenuhi syarat, antara lain: a. nilai Kerugian Negara telah ditetapkan dengan pasti dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran; b. terpenuhinya unsur perbuatan melawan hukum dan/atau kelalaian yang mengakibatkan timbulnya Kerugian Negara; c. dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, Bendahara, Pegawai Negeri bukan Bendahara dan/atau Pejabat Lainnya mengakui kesalahannya;
d. Bendahara, Pegawai Negeri bukan Bendahara dan/atau Pejabat Lainnya sanggup membayar secara tunai atau bertahap dengan jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. (2) Dalam hal Bendahara, Pegawai Negeri bukan Bendahara dan/atau Pejabat Lainnya mengakui dan menyanggupi akan membayar kerugian negara, diterbitkan SKTJM yang ditandatangani oleh Bendahara, Pegawai Negeri bukan Bendahara dan/atau Pejabat Lainnya, diketahui oleh Pimpinan Tinggi Madya, dan dibuat dalam rangkap 6 (enam) bermaterai cukup. (4) SKTJM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang telah ditandatangani oleh Bendahara, Pegawai Negeri bukan Bendahara dan/atau Pejabat Lainnya tidak dapat ditarik kembali.
