Pasal 12
BAB 4 — PENYIMPANAN BMN
(1) Pengelola Tempat Penyimpanan Terpadu BMN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ditetapkan oleh Kepala PPBMN atas nama Menteri. (2) Penetapan Pengelola Tempat Penyimpanan Terpadu BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan mekanisme seleksi atau penunjukan langsung. (3) Mekanisme seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan jika dalam suatu kawasan terdapat lebih dari 1 (satu) Penyedia Tempat Penyimpanan Terpadu BMN. (4) Penunjukan langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan jika dalam suatu kawasan hanya terdapat 1 (satu) Penyedia Tempat Penyimpanan Terpadu BMN atau secara teknis lebih efisien dan ekonomis apabila dilakukan penunjukan langsung. (5) Kriteria teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (4), meliputi: a. lokasi Tempat Penyimpanan Terpadu BMN yang strategis; dan b. Tempat Penyimpanan Terpadu BMN memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. (6) Tata cara seleksi dan penunjukan langsung ditetapkan oleh Kepala PPBMN. (7) PPBMN menentukan kriteria kawasan dan Tempat Penyimpanan Terpadu BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) setelah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal dan SKK Migas. (8) Kriteria kawasan Tempat Penyimpanan Terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diutamakan dalam hal dalam satu kawasan terdapat beberapa KKKS serta terintegrasi dengan pelabuhan dan bea cukai.
(9) Jangka waktu penetapan Pengelola Tempat Penyimpanan Terpadu BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali paling lama 5 (lima) tahun.
