Pasal 6
BAB 4 — PELAKSANAAN PEMBELIAN TENAGA LISTRIK DARI PLTBm DAN PLTBg
(1) Badan Usaha yang berminat memanfaatkan biomassa dan biogas untuk PLTBm atau PLTBg, terlebih dahulu menyampaikan permohonan penetapan sebagai Pengembang PLTBm atau PLTBg kepada Menteri melalui Dirjen EBTKE. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilengkapi dengan persyaratan sebagai berikut: a. profil Badan Usaha; b. dokumen studi kelayakan (feasibility study) yang telah diverifikasi PT PLN (Persero) yang berisi antara lain:
perkiraan total investasi yang diperlukan untuk pembangunan PLTBm atau PLTBg;
jadwal pelaksanaan pembangunan PLTBm atau PLTBg sampai dengan COD; dan
hasil kajian teknis interkoneksi ke jaringan tenaga listrik PT PLN (Persero); c. pernyataan mengutamakan penggunaan barang dan/atau jasa dalam negeri dilengkapi data dukung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; dan d. kemampuan pendanaan. (3) PT PLN (Persero) menyampaikan hasil verifikasi atas dokumen studi kelayakan (feasibility study) kepada Badan Usaha dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak penyampaian permohonan verifikasi studi kelayakan (feasibility study) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b diterima oleh PT PLN (Persero). (4) Permohonan penetapan sebagai Pengembang PLTBm atau PLTBg sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh Badan Usaha secara tertulis kepada Menteri melalui Dirjen EBTKE dengan menggunakan format surat permohonan tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
