Pasal 5
BAB 2 — HPM LOGAM
(1) HPM Logam ditetapkan oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri untuk masing-masing jenis komoditas Mineral Logam. (2) HPM Logam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa HPM Logam untuk komoditas: a. nikel, dapat berupa:
- bijih nikel;
- feronikel;
- mixed hidroxyde presipitate;
- mixed sulfide presipitate;
- nickel metal shot;
- nickel pig iron;
- ingot nikel; dan/atau
- nickel-matte. b. kobalt, dapat berupa:
- bijih kobalt;
- konsentrat kobalt;
- ingot kobalt; dan/atau
- kobalt sulfida.
c. timbal, dapat berupa:
bijih timbal;
konsentrat timbal;
ingot timbal; dan/atau
bullion timbal. d. seng, dapat berupa:
bijih seng;
ingot seng;
konsentrat seng; dan/atau
seng oksida (zinc oxide). e. bauksit, dapat berupa:
bijih bauksit;
ingot aluminium;
chemical grade alumina; dan/atau
smelter grade alumina. f. besi, dapat berupa:
bijih besi;
konsentrat besi;
pasir besi;
pellet pasir besi;
sponge iron; dan/atau
pig iron. g. emas berupa logam emas; h. perak berupa logam perak; i. timah berupa ingot timah; j. tembaga, dapat berupa:
bijih tembaga;
konsentrat tembaga; dan/atau
logam tembaga. k. mangan, dapat berupa:
bijih mangan; dan/atau
konsentrat mangan. l. krom, dapat berupa;
bijih krom; dan/atau
logam krom. m. titanium, dapat berupa:
konsentrat ilmenit; dan/atau
konsentrat titanium. n. Mineral Logam tertentu lainnya.
