Pasal 34
BAB 4 — HIBAH
(1) Pemimpin unit kerja eselon I mengajukan permohonan Hibah BMN kepada Pengguna Barang melalui Sekretaris Jenderal. (2) Dalam hal BMN yang nilainya lebih dari Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) per unit/satuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2) huruf b, Pengguna Barang mengajukan permohonan persetujuan Hibah BMN kepada Pengelola Barang. (3) Pengajuan permohonan Hibah BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memuat: a. data calon penerima Hibah; b. alasan untuk menghibahkan; c. peruntukan Hibah; d. tahun perolehan; e. bukti kepemilikan atau dokumen lain yang setara; f. nilai perolehan; g. jenis/spesifikasi BMN yang dimohonkan untuk dihibahkan; dan h. lokasi/data teknis. (4) Pengajuan permohonan Hibah BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disertai dengan surat pernyataan kesediaan menerima Hibah dari penerima Hibah.
